HANYA LEWAT SUARA

sang waktu sudah menunjukan pukul 20.55, ketika seorang pemuda memberhentikan sepeda motornya disebuah rumah kecil berwarna tembok biru telur asin. pemuda itu sepertinya sangat lelah dengan apa yang di alaminya satu hari ini. tampak pada wajahnya nampak penuh dengan guratan-guratan semangat yang memudar. memang, pagi tadi ia terjaga terlalu pagi, mungkin sekitar pukul 03.45, dan dia harus memulai aktivitasnya. setelah membersihkan badan, dia mengambil wudhu untuk ibadah sholat shubuh, kemudian langsung mempersiapkan perlengkapan yang akan di bawa ke tempat kerja.

disisi lain, selain mmepersiapkan perlengkapan kerjanya, dia nampak gusar dengan selembar kertas yang terbuka di atas meja. tertulis dengan jelas pada kertas tersebut “JADWAL UJIAN TENGAH SEMESTER”. hari ini akan dimulai UTS di kampus yang dia geluti dan dia yakini akan mengantarkannya pada sebuah cita-cita yang mulia, menjadi seorang guru. disambarnya jadwal tersebut seraya berbisik “Yaa Allah, mudahkanlah segala urusanku, semoga Engkau selalu memberikan jalan yang terbaik untuk Hamba-MU yang hina ini, Amiin….”

sepeda motorpun dia panaskan sejenak kemudian langsung dia kendarai ke tempat kerja. seperti yang dia bayankan, kesibukan ujian pada tempat kerjanya sudah nampak pada pukul 07.00. dan seperti biasa, ketika bel berbunyi tanda dimulainya ujian, hingga pukul 15.00, segudang pekerjaan harus ditanganinya.

sorepun datang, jadwal yang tadi pagi dia bawa, kini kembali dia buka dan dia perhatikan dengan seksama, “Studi Masyarakat Indoensia dan Seminar Agama Islam”, pemuda itupun memastikan jadwal untuk ujian pada hari itu. 17.30 seperti apa yang dia khawatirkan, soal pun sudah dia pegang, sebagai pertanda bahwa sore ini makan malam nya adalah soa-soal ujian.

waktupun berlalu ketika dia memang harus pulang karena tanda berakhirnya ujian pada hari itu, telah dibunyikan.

“kriiing…..”

sebuah pesan masuk pad telepon selulernya :

“Pgn pulang ja kgn sma bonyok… Cz yg lain’y pulang, aku gak pulang….”

yaa…, seorang kaum Hawa yang mengirimi pesan kepada pemuda tersebut. sebenarnya pemuda tersebut tidak terlalu dekat, dan belum begitu kenal dengan sosok kaum hawa tersebut. namun, ada hal lain yang membuat sang pemuda memberanikan diri untuk bertegur sapa dengannya.

dan…..

perjalanan malampun yanghanya semilir angin malam yang dingin, alunan senandung malam yang pekat, mereka laluli bersama, meski hanya lewat suara. dialog demi dialog, dan kadang kala monolog demi monolog di selingi senyum tawa yang terdengar hanya lewat suara, menjadi pelipur sepi dan pelepas lelah kedua insan.

rasa lelah yang seharian penuh, tak terasa terobati hanya lewat suara. dan rasa kangen akan keluarga yang cukup jauh, juga bisa hilang dengan kelucuan-kelucuan yang alami dari sang pemuda.

“selamat malam, mimpi indah, dan biarkan aku mengarungi malam indah ini bersama ingatanku akan suaramu.

dan, kan kubiarkan kau tersenyum dan tertawa dalam tidurmu, karena ulahku beberapa saat ini”

“Assalamu’alaikum….”

“wa’alaikumsalam…, nice dream..”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s