leave me alone, because I really should own destiny

this is my world and this my life”

mentari telah meninggi, di hari yang cerah, minggu pagi di kota ini. walau hari ini adalah hari libur untuk sebagian orang, namun kebisingan sudah mulia terdengar dari sebelum azdan shubuh memanggil umat islam di pagi ini. dari mulia suara deru mesin kendaraan bermotor yang akan menghabiskan waktunya di perjalanan, tangisan-tangisan anak kecil yang akan berakhir di pelukan sang ibu, gesekan mata gergaji yang akan tumpul di perjalanan memotong kayu dan besi, dan alunan-alunan musik yang akan mengikis keagungannya di makan usia.

 

hari yang cerah ini tidak secerah apa yang diharapkan. dari mulai ku mengucap salam setelah shubuh tadi, angin berhembus dengan kencang dan dingin. masih membawa pedang-pedangnya untuk menyayat kulit-kulit yang tanpa busana di pagi ini. mentari yang meniggi pagi ini, ternyata tak terlalu berani untuk menentang angin pagi ini, karena mentari pagi ini hanyalah sebuah kehangatan-kehangatan yang begitu tipis, sehingga mampu di tebas dinginnya pedang sang angin.

 

pagi yang cerah ini, ternyata tak sama dengan keadaan yang terjadi didalam sanubari ini. ada perasaan yang begitu bertentangan antara pagi ini dan sanubari yang ada. sebuah perasaan yang menggambarkan bahwa, tidak ada tempat di untuk seorang yang memiliki sanubari ini, tidak kemarin, tidak hari ini, tidak esok, dan tidak selamanya. ku hela nafas sejenak tentang apa yang mungkin terjadi padaku, kemarin, hari ini, esok, dan selamanya. aneh, tidak ada reaksi yang berubah selain rasa yang menggambarkan bahwa tidak tempat untuk seorang aku. tapi tak apalah, mungkin dengan begini, dengan kondisi seperti ini, aku akan lebih menyayangi diriku sendiri, walau tanpa orang lain. karena itu,” leave me alone, because I really should own destiny”.

 

hari sedikit berangkat dari peraduannya yang dingin pagi ini, dan mentari pun sudah mulai nampak menunjukan kewibawaannya dengan kehangatan yang berubah menjadi panas yang begitu mendalam. Amy-Lee, sang vokalis dari band Evanescance, masih melantunkan lagu keabadiannya “My Immortal”,

I’m so tired of being here

Suppressed by all my childish fears

And if you have to leave

I wish that you would just leave

Because your presence still lingers here

And it won’t leave me alone

sebuah lagu yang akan membawaku pada tempat dimana hanya ada aku, tak perlulah orang lain ikut campur tentang aku. “this is my world and this my life. so, no matter what they say and do will not change an I”.

 

masih seperti tadi, mentari yang mulai meninggi dan angin yang semakin dingin, telah merubah suasana cerah yan diharapkan sebagian orang, kini menjadi sebuah kebimbangan antara mentari yang begitu panas atau angin yang begitu dingin. langkah demi langkah telah kulewati, derai keringat telah mengalir menjadi peluh yang berkepanjangan, dan perjuangan tanpa batas telah menghiasai hidupku yang sampai saat ini. tapi tak ada yang kudapat dan tak ada yang bisa ku jadikan panutan atau pedoman untuk berpikir. kini memang hanya ini yang ada, dan ini yang ku punya, sebuah kesendirian dari sebuah kehidupan.

 

aku percaya bahwa :

Tuhan tak akan memberikan sebuah ujian/cobaan terhadap hamba-NYA, yang melebihi batas kemampuan seorang hamba tersebut.

jadi, walau apapun yang terjadi saat ini, aku percaya, tak perlulah aku orang lain, karena aku masih punya Tuhan. dan ketika Tuhan memberikan ku sesuatu yang begitu tak mampu kutangani, sesungguhnya mungkin aku bisa, hanya waktunya belum tiba.

 

sebenarnya ada perasaan ingin berlari dan menghindar dari semua ini, tapi tak mungkin. karena aku bukanlah para pejuang yang setengah hati membela suatu bangsa. aku bukanlah para pujangga yang setengah hati mencintai karyanya. dan aku bukanlah bagian dari kaum yang ragu akan keesaan Tuhan.

 

jadi mulai saat ini, biarkan aku berjalan sendiri dan biarkan aku membuat keputusan ini sendiri, karena ini tentang aku, bukan kau, dia, mereka, atau kalian. “it’s about me”.

 

so, leave me alone, because I really should own destiny.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s