Imajinasi 14

TANYA DIPAGI


Hujan menari dipagi hari,

aku disini duduk sendiri,

memandang bumi sebelah kiri,

sambil merangkai sebuah isi.

Daun pohon ikut menari,

karena angin tak mau berhenti,

membelai dan menyentuh kulit ini,

yang telanjang tanpa pelapis diri.

 

Seperti meja yang bercakap pada kursi,

aku bicara pada diri.

Merenungi apa arti hidup ini,

sambil melanjut isi yang tadi.

“Kenapa pagi sunyi ?

Apa karena hujan menari ?

Atau, angin yang tak berhenti,

menggoyangkan daun pagi ?“

 

Suara dalam sunyi,

menjawab tanya dengan pasti.

Tentang apa, tanya dipagi hari :

“Mungkin karena surya belum

berdiri,

sehingga pagi terasa sunyi“.

 

Bekasi, 12 Pebruari 2004

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s