Imajinasi 33

HIKMAH

 

Waktu berlalu meninggalkan aku dalam ragu
Selembar daun yang berpegang pada ranting
Mulai menguning, mengubah warna hijau
Dan akan jatuh diatas bumi Tuhanku
Membusuk, dan akan habis dimakan
cacing tanah

Usia serasa membawa aku pada banyak dosa
Seekor ulat pemakan tumbuhan
Mulai berhenti memakan dan mengunyah daun
Dan akan menjalankan takdir Tuhanku
Menjadi kepompong, dan akan bergantung
pada ranting sampai batas waktu

Perjalanan telah menuntunku pada lelah
Sebuah aliran sungai yang panjang
Mulai diam, tiada mengalirkan air
Dan akan mengeringdalam kemarau
Tuhanku
Retak, dan akan pecah menjadi celah
yang lebih kecil

Gelap seakan menarikku pada kelam
Seorang pemuda sembilan belas tahun
Mulai membisu, tiada biasa terucap
Dan akan tersesat dalam hitam
Bimbang, memilih jalan kedepan yang panjang

Setelah kematian pasti ada kehidupan
Ranting yang kehilangan daunnya
Kini tersenyum menatap matahari pagi
Karena,
kehidupan daun baru
Mulai merintis, dan akan menghijau kembali

Dibalik keburukan pasti hadir keindahan
Ulat yang menjalankan takdir
jadi kepompong
Kini pecah meramaikan pagi yang sepi
Karena, seekor kupu-kupu
Mulai mengepakan sayap, dan
mencari madu

Setelah kemarau pasti hadir hujan
Aliran sungai yang panjang
Kini tertawa melihat keatas
Karena, hujan dari langit Tuhanku
Mulai jatuh, membanjiri dirinya

Dibalik segumpal kegelapan akan ada
setitik terang
Pemuda sembilan belas tahun
Kini bangkit dan kembali berlari
Karena, diujung salah satu jalan
Setitik cahaya memanggil dia
Dan membawanya pada terang

Bekasi, 16 Mei 2004
J. Supratman

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s