Kisah Baju Sutera

Sahabatku membuka laci tempat istrinya menyimpan baju tidur dari sutra dan
membuka bungkusannya “Ini…” dia berkata, “Bukan bungkusan yang asing
lagi”. Dia membuka kotak itu dan memandang baju tidur sutra serta kotaknya.
“Istriku mendapatkan ini ketika pertama kali kami pergi ke Singapura 8 atau
9 tahun yang lalu. Dia tidak pernah mengeluarkan bungkusan ini. Karena
menurut dia hanya akan digunakan untuk kesempatan yang istimewa”.


Dia melangkah dekat tempat tidur dan meletakkan bungkusan hadiah di dekat
pakaian yang dia pakai ketika pergi ke pemakaman. Istrinya baru saja
meninggal. Dia menoleh padaku dan berkata :
“Jangan pernah menyimpan sesuatu untuk KESEMPATAN ISTIMEWA, setiap hari
dalam hidupmu adalah KESEMPATAN YANG ISTIMEWA”.

Aku masih berpikir bahwa kata-kata itu akhirnya mengubah hidupku. Sekarang
aku lebih banyak membaca dan mengurangi bersih-bersih. Aku duduk di sofa
tanpa khawatir tentang apapun. Aku meluangkan waktu lebih banyak bersama
keluargaku dan mengurangi waktu bekerjaku. Aku mengerti bahwa kehidupan
seharusnya menjadi sumber pengalaman supaya bisa hidup, tidak semata-mata
supaya bisa survive (bertahan hidup) saja.

Aku tidak berlama-lama menyimpan sesuatu. Aku menggunakan pakaian baru untuk

pergi ke Supermarket, jika aku menyukainya. Aku tidak menyimpan parfum
specialku untuk kesempatan istimewa, aku menggunakannya kemanapun aku
menginginkannya, Kata-kata “Suatu hari…” dan “Suatu saat nanti…” sudah
lenyap dari kamusku. Jika dengan melihat, mendengar dan melakukan sesuatu
ternyata bisa menjadi berharga, aku ingin melihat, mendengar atau
melakukannya sekarang.

Aku ingin tahu apa yang dilakukan oleh istri temanku apabila dia tahu dia
tidak akan ada disana pagi berikutnya, ini yang tidak seorangpun mampu
mengatakannya. Aku berpikir, dia mungkin sedang menelepon rekan-rekannya
serta sahabat terdekatnya. Barangkali juga dia menelepon teman lama untuk
berdamai atas perselisihan yang pernah mereka lakukan. Aku suka berpikir
bahwa dia mungkin pergi makan Martabak Spesial, makanan favoritnya. Semua
ini adalah hal-hal kecil yang mungkin akan aku sesali jika tidak aku
lakukan, jika aku tahu waktu sudah dekat.

Aku akan menyesalinya, karena aku tidak akan lebih lama lagi melihat
teman-teman yang akan aku temui, juga surat-surat yang ingin aku tulis.
Suatu hari nanti. Aku akan menyesal!!! dan merasa sedih, karena aku tidak
sempat mengatakan betapa aku mencintai orang tuaku, saudara-saudaraku,
kekasihku dan teman-temanku.

SEKARANG, aku mencoba untuk tidak menunda atau menyimpan apapun yang bisa
membuatku tertawa dan bisa membuatku menikmati hidup. Dan, setiap pagi, aku
berkata kepada diriku sendiri bahwa hari ini akan menjadi hari istimewa.
Setiap hari, setiap jam, setiap menit, adalah hari istimewa.

Apabila kamu mendapatkan pesan ini, itu karena seseorang peduli padamu dan
karena mungkin ada seseorang yang kamu pedulikan. Jika kamu terlalu sibuk
untuk mengirimkan pesan ini kepada orang lain dan kamu berkata kepada dirimu

sendiri bahwa kamu akan mengirimkannya “Suatu saat nanti” ingatlah bahwa
“Suatu saat” itu sangat jauh…………
Dan mungkin tidak akan pernah datang…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s