Imajinasi 42

ANTARA EMBUN SETELAH FAJAR DAN PELUH DALAM MAKNA

Bagai titik-titik embun setelah fajar

Peluhku membasahi raga, menggenangi seluruh sukma

Siapa yang dapat menyangka

Embun setelah fajar, yang penuh perjuangan

Melewati gelapnya malam

Harus menghilang dipagi hari

Saat sang surya memanasi bumi Sang Penguasa Alam

Dan,

Siapa yang dapat mengira

Peluh yang lahir dari perjuangan

Akan kepedulian, kesabaran, kasih sayang, dan cinta

Harus menghilang dibalut lembaran-lembaran tipis, kasih dari makhluk lain.

Biarlah,

Segala titik-titik itu memudar

Bersama memudarnya bias sang surya dipagi yang penuh makna

Agar tiada dusta dalam kata

Untuk kedua kalinya.

Biarlah peluh itu menghilang,

Menghilang bersama hilangnnya lembaran-

Lembaran tipis kain kasih dari yang lain

Agar kembali peluh yang penuh kasih

Untuk kedua kalinya,

Karena dari keduanya itu

Tak ada kuasa padaku untuk semuanya.

Bagai titik-titik embun setelah fajar

Hadir dengan damai

Dan menghilang perlahan, tanpa jejak

Penuh akan perjuangan, namun hanya menjadi

Sebuah kata dalam biacara.

Lebih dari itu, hanya sebatas perjalanan

Akan suatu makna.

Bagai titik-titik embun setelah fajar

Peluhku membasahi raga, menggenangi sukma

Mencari makna dalam kata,

Untuk kata dalam asa,

Mengurai asa dalam bicara,

Mendapat bicara dalam makna.

For : Self_Imagination

Bekasi, Juny 12th, 2012

J. Supratman

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s