CATATAN AKHIR TAHUN

P1020770Hari masih terlalu gelap untuk ku mulai, ketika alunan senandung indah dari Peterpan yang berjudul “Semua Tentang Kita”, mengantarku pada 02.35 pagi ini.

“Waktu terasa semakin berlalu, Tinggalkan cerita tentang kita, Akan tiada lagi kini tawamu, Tuk hapuskan semua sepi di hati.

Ada cerita tentang aku dan dia, dan kita bersama saat dulu kala, Ada cerita tentang masa yang indah, Saat kita berduka saat kita tertawa.

Teringat di saat kita tertawa bersama, Ceritakan semua tentang kita.

Ada cerita tentang aku dan dia, dan kita bersama saat dulu kala, Ada cerita tentang masa yang indah, Saat kita berduka saat kita tertawa.”

Perjalanan tiga ratus enam puluh lima hari, sepertinya tidak terasa lewat begitu saja. Masih jelas terasa bibir ini berkata, masih jelas terngiang di telinga ini ketika pertama masuk ke dalam sebuah ruangan berisi 35-42 anak muda yang beranjak dewasa, dengan segala karakterisitik dan keisitmewaannya,

“Saya bukanlah orang yang lebih pintar dari pada kalian semua, dan saya juga tidak lebih hebat dari pada kalian semua, hanya mungkin saya tahu sedikit lebih dahulu dibandingkan kalian. Saya Cuma minta bantuan dari kalian, untuk mengajari saya bagaimana menyamakan persepsi dari semau yang ada disini. Mudah-mudahan hal tersebut dapat kita kerjakan bersama.”

Sebuah paragraph pembuka yang ternyata melahirkan banyak opini, argument, serta saran dan kritik dari kalian.

                JUTEK, CANTIK, JUDES, GALAK, JAHAT, CERIA, PECICILAN, NYEBELIN, RAMAH, BAIK, BAWEL, ASYIK,MENYENANGKAN, CEREWET,PENDIAM, BIASA AJA, BIJAK, RAME, BERINGAS, MANIS, LUCU, PD, PLINPLAN, POLOS, SUKA EMOSI SENDIRI, MALES, TAMPAN, CENGENG, EGOIS, CUEX, INTROVERT, TERSEMBUNYI, JAIL, MANDIRI, BURUK, MALU, LOLA, RAMAH, CERIA, SUKA MENOLONG, LEMAH, NATURAL, TEGAR, HUMORIS, MANJA, RIBET, GALAX, SEDERHANA, BOROS, SIMPLE, APA ADANYA,TIDAK SEMPURNA, LEMOT, KSD, MENARIK, ?, KALEM, IMUTZ, SULIT, TELMI, RADA MINDER, KERAS KEPALA, PERIANG, PELIT, SELALU MENGALAH, STANDART, NGESELIN, SERU, SABAR, AIR YG MENGALIR, TERBAKAR, INSIDE, SEDANG, TREE, KURANG, GALAU…..

Sebuah penilaian yang saya berharap itu memang lahir dan terucap dari hati kalian. Dan apapun yang kalian miliki, adalah sebuah anugerah dari Tuhan, yang harus disyukuri dan di nikmati. Setidaknya, saya bangga bisa menjadi Teman buat kalian, dan saya juga bangga punya teman seperti kalian. Waktu kita memang tidak banyak, tapi dalam tidak banyaknya waktu, saya berharap kita masih bisa berbicara sebagai teman, kita masih bisa sharing sebagai seorang sahabat, bahkan mungkin kita masih bisa main pukul-pukulan ya memang sebagai lawan sparing, bukan sebagai musuh.

Dan dari apa yang kalian miliki, satu hal dari saya bahwa, kalian TERLALU ISTIMEWA bahkan SANGAT ISTIMEWA. Laksana senja disore hari, walau datangnya di akhir dari hari yang berjalan, tapi dengan segala keindahan, dengan segala keanggunan, dan keeleganan, kalian tetap dinanti sebagai sebuah anugerah dari Tuhan.

Mungkin tidak banyak lagi yang perlu saya sampaikan, hanya saya berharap bahwa kalian adalah kalian yang punya segala keisitmewaan dan kelebihan, maksimalkan kelebihan itu, karena hanya orang-orang yang dapat memaksimalkan apa yang mereka miliki yang akan bisa bertahan dalam segala keadaan. Dan terakhir yang perlu saya sampaikan adalah :

PERTAMA :

Sebagai seorang yang juga tidak akan pernah luput dari kesalahan, MAAF untuk satu tahun yang mungkin terasa tidak begitu menyenangkan buat kalian. Saya hanya manusia yang berusaha untuk menjadi baik, walau saya tahu saya tidak bisa menjadi baik seperti kalian. Dan titip salam maaf juga untuk kedua orang tua kalian, karena mungkin dalam pelajaran terkadand anaknya di omelin, di diemin, atatu dicemberutin saam saya sebagai teman di kelas.

KEDUA :

Terima kasih tak terhingga, karena dalam setahun ini telah mengajari saya yang bodoh ini banyak hal. Banyak pengalaman dari kalian yang tak akan pernah saya lupa. Pengalaman berharga yang belum tentu saya dapatkan ditempat lain, tapi itu saya dapatkan bersama kalian semua. Yang penting adalah, saya sekarang tahu bahwa, jangankan memadukan 42 kepala dalam satu kelas, untuk menyamakan dua kepala saja ternyata sulit, so dengan keisitmewaan yang kalian miliki, jangan pernah samakan dengan orang lain, tapi hargai itu dan hargai apa yang orang lain miliki.

Saya tidak terlalu berharap untuk nanti akan seperti apa dengan diri saya, tapi saya bersyukur telah bertemu kalian, orang-orang luar biasa yang lahir dari para orang tua yang luar biasa, dengan segala keistimewaan yang luar biasa, yang juga akan melahirkan para manusia luar biasa di kemudian hari.

“jangan tanyakan untuk apa kita ada, tapi tanyakan bagaimana kita ada dan bagaimana kita harus memaknai keberadaan kita” [Jaeni Supratman]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s