TANPA HARUS MENGULANG LUKA

Gambar

TANPA HARUS MENGULANG LUKA

Mentari pagi telah menyinari dan mengiringi perjalananku. Menembus embun, mengurai kalbu. Ku tahu semalam ada setitik kabar darimu, namun, engganku untuk mengulang luka dalam kalbu, menjadikanku iblis berkedok manusia penuh palsu.

Memang, kuakui rasa yang dulu pernah ada, hingga hari inipun ada, walau tak sebesar ketika kau dan aku ada pada suatu masa dan rasa yang sama. Hanya, ke engganan ku untuk mengulang luka, menjadikanku teriakan tanpa suara dan perjalanan tanpa asa.

Keadaan ini tidak pernah ku minta pada DIA, Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala. Walau sepengetahuanku, kau yang memeulai agar keadaan ini ada padaku,namun aku yakin bahwa DIA punya cara agar aku tertawa, dan bisa mendapatkan bahagia yang lebih baik dariapada ketika kau dan aku bersama, tanpa harus mengulang luka yang pernah ada.

Demi masa dan luka yang pernah ada, perjalananku mungkin akan berakhir. Untuk satu masa dan satu asa, yang berpegang pada rasa. Dan, bilapun memenag berakhir sekarang, saat ini, maka aku akan bahagia untuk asa dan rasa yang pernah ada, tanpa harus mengulang luka.

 

Bekasi, 26 Maret 2013; J. Supratman

1 Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s