SEGENGGAM CINTA UNTUK SANG BUNDA SETUMPUK RINDU UNTUK AYAHANDAKU

858949_10151341344033721_2127976618_o

 

 

 

 

 

 

SEGENGGAM CINTA UNTUK SANG BUNDA

SETUMPUK RINDU UNTUK AYAHANDAKU

 

 

Malam kadang membawaku pada pengalaman baru

Sejuta cinta, beribu rindu

Yang selalu membuatku menunggu akan hari itu

Hari dimana aku bisa membuat hal baru yang ku mau

Tapi

Apa yang terjadi padaku malam itu

Tak bisa menandingi

Segenggam cinta dari mu bunda

Dan setumpuk rindu dari mu ayahandaku

 

Lagi,

Malam memelukku dengan segudang cinta dan berjuta asa

Menahanku pada rindu yang menggebu

Hingga terkadang

Kamu sang bunda

Dan kamu ayahandaku

Terlupa oleh gemerlap cinta dan gemerlap asa yang ada

Tapi,

Malam juga kadang membuatku tersadar dari mimpi akan segudang cinta dan berjuta asa

Malam juga kadang yang membuatku terabangun dari mimpi akan rindu yang menggebu

Malam yang membawaku pada pintu dimana kalian tertidur

Malam yang membawaku pada garis-garis lelah yang ada pada wajah kalian

Dan malam yang membawaku pada kesadaran tentang bagaimana kalian mengurai peluh ditengah terik mentari yang memanas

Kemudian malam yang memelukku pada derai airmata akan kesedihan tak terhingga

 

 

Malam segera berakhir

Tapi langkahku tak dapat maju

Seraya kata penuh makna yang mungkin dapat membawaku

Maaf bunda, untuk khilaf yang kupunya. Belumlah pandai seorang aku membalas semua, hanya segenggam cinta yang ku punya untukmu sang bunda.

Maaf ayah, untuk peluh yang kau keluarkan, untuk kerut-kerut kelelahan yang ada. Belumlah pandai seorang aku membalas semua, hanya setumpuk rindu yang kupunya untukmu ayahandaku.

Dan

Maaf aku untukmu, bunda dan ayahanda

Telah kulihat begitu lelah kalian berjuang untukku,

Telah kuterima begitu banyak cinta dan kasih saying untukku,

Dan telah kurasakan betapa lembut dan juga tegas kalian membuatku seperti ini

Tapi, seorang aku belumlah pandai membalas semua.

Pada penghabisan malam ini

Hanya segenggam cinta yang kupunya untukmu sang bunda

Hanya setumpuk rindu yang kupunya untukmu ayahanda

Dan hanya perjuangan yang belum berakhir yang kupunya untuk kalian berdua

Sang Bunda dan Ayahandaku tercinta.

 

 

Bekasi, 14 April 2012

Oleh: Jaeni Supratman

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s