SEORANG AKU

 

SEORANG AKU

 

Dahulu masih terasa betapa hitamnya dunia ini bagi seorang aku

Ketika begitu banyak cinta yang dimiliki dan rindu yang ada

Namun tak ada jiwa yang mau akan cinta dan rindu itu

 

Dahulu masih terasa betapa hinanya diri bagi seorang aku

Ketika beranjak seorang kaum Hawa dari pelukan seorang kaum Adam

Yang tak tahu akan kemana perginya dia, tanpa ada kata tanpa ada jumpa

 

Dan,

Dahulu masih terasa kelam kehidupan seorang aku

Ketika sunyi, sepi, dan sembunyi

Menjadi bagian dari hari-hari yang berganti

Mengisi diri, dan menyiksa hati

 

Tapi Tuhan tidak tidak tertidur

Banyak do’a banyak kata yang terucap padaNYA

Melalui derai airmata, melalui tangis dalam do’a

Pada pembuka malam, pembuka siang dan

Pada sepertiga penghabisan malam

Kemudian Tuhan merubah segalanya tentang seorang aku

 

Kini,

Masih terasa betapa bahagianya seorang aku

Ketika kau sandarkan dirimu padaku

Kemudian kau berkata “aku tak mau beranjak dari bahumu kasih”

 

Masih terasa betapa senangnya seorang aku

Ketika kau peluk erat tubuh ini

Kemudian kau berkata “aku tak mau pelukan ini sayang”

 

Dan kini,

Masih sangat terasa betapa indahnya malam itu bagi seorang aku

Ketika dapat memelukmu erat, kemudian mencium keningmu

Dan berkata “maaf, dan terima kasih untuk malam yang indah kasihku tercinta dan cintaku terkasih”

 

je. Supratman

Bekasi, 26 Maret 2012

05.44 wib

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s