SEBUAH TANYA

soe_hok_gie

Sebuah Tanya

“akhirnya semua akan tiba
pada suatu hari yang biasa
pada suatu ketika yang telah lama kita ketahui
apakah kau masih berbicara selembut dahulu?
memintaku minum susu dan tidur yang lelap?
sambil membenarkan letak leher kemejaku”

(kabut tipis pun turun pelan-pelan di lembah kasih, lembah mendala wangi
kau dan aku tegak berdiri, melihat hutan-hutan yang menjadi suram
meresapi belaian angin yang menjadi dingin)

“apakah kau masih membelaiku semesra dahulu
ketika ku dekap kau, dekaplah lebih Baca lebih lanjut

SEUNTAI RINDU DALAM KALBU

SEUNTAI RINDU DALAM KALBU

 

Malam telah menuntunku pada saat dimana aku harus menghitung untaian rinduku padamu.

Seuntai rindu, yang tak kan mampu di ungkapkan lewat satu atau dua kata, bahkan ratusan kata.

Ditengah gelap gulitanya malam, selalu kunyanyikan untaian rinduku padamu lewat syair dan lagu yang aku sendiri tak tahu apa bisa terbayar untaian rinduku lewat itu.

Kadang kubayangkan kau hadir membawa lembaran-lembaran rinduku yang pernah ku serahkan padamu, lain hari lain waktu sebelum rinduku hari ini dan waktu ini.

 

Malam telah membawaku pada saat dimana aku harus terdiam memikirkan rinduku padamu.

Seuntai rindu, yang aku tak tahu kapan bias terungkap. Baca lebih lanjut

SEORANG AKU

 

SEORANG AKU

 

Dahulu masih terasa betapa hitamnya dunia ini bagi seorang aku

Ketika begitu banyak cinta yang dimiliki dan rindu yang ada

Namun tak ada jiwa yang mau akan cinta dan rindu itu

 

Dahulu masih terasa betapa hinanya diri bagi seorang aku

Ketika beranjak seorang kaum Hawa dari pelukan seorang kaum Adam

Yang tak tahu akan kemana perginya dia, tanpa ada kata tanpa ada jumpa

 

Dan,

Dahulu masih terasa kelam kehidupan seorang aku Baca lebih lanjut

MAAF UNTUK HARI INI

Maaf

 

MAAF UNTUK HARI INI

 

Pernah aku bersumpah pada diri sendiri dan pada Tuhan

Bahwa tak akan ada kecewa yang ku perbuat

Dan tak akan ada khilaf yang terlintas walau sejenak

 

Pernah ada janji pada diri sendiri dan pada hari yang beranjak pergi

Bahwa tak akan ada dusta yang terkata

Dan tak akan ada resah yang salah

 

Kini, Baca lebih lanjut

SEGENGGAM CINTA UNTUK SANG BUNDA SETUMPUK RINDU UNTUK AYAHANDAKU

858949_10151341344033721_2127976618_o

 

 

 

 

 

 

SEGENGGAM CINTA UNTUK SANG BUNDA

SETUMPUK RINDU UNTUK AYAHANDAKU

 

 

Malam kadang membawaku pada pengalaman baru

Sejuta cinta, beribu rindu

Yang selalu membuatku menunggu akan hari itu

Hari dimana aku bisa membuat hal baru yang ku mau

Tapi

Apa yang terjadi padaku malam itu

Tak bisa menandingi

Segenggam cinta dari mu bunda

Dan setumpuk rindu dari mu ayahandaku

 

Lagi, Baca lebih lanjut

KALAU DEMIKIAN, TERIMA KASIH

b4d55-senja1

Terima kasih atas balasan surat yang engkau terakan untukku Jika memang itu isi hatimu seperti yang engkau wartakan, mungkin aku akan dapat bisa memahami panggilan jiwamu, yakni; Bersabar.

Tapi bila yang engkau terakan tidak sesuai dengan panggilan sanubarimu, itu adalah sebuah pengkhianatan atas jiwa raga; baik aku untukku, juga sekaliannya engkau. Sebab dengan begitu, Tuhan juga enggan menimbang baik untukmu kerana seratan yang engkau torehkan hanya sebuah kamuflase dan bayangan lentera Cina yang kurang mempesona, dan pesakitan atas aku jadi semakin kuat parahnya. Baca lebih lanjut

Aku, Kamu, Dia, dan Kenangan Indah (Cerita di Ujung Senja II)

AKU, KAMU, DIA, DAN KENANGAN INDAH

(CERITA DI UJUNG SENJA II)

Hari belumlah siang, senyum sang mentari baru sepenggalah menghangatkan lapangan tempat dimana seluruh siswa berdiri dibawah selembar kain berwarna merah dan putih, yang menjadi satu kesatuan utuh, dan kibarannya sebagai bukti bahwa negeri ini sudah meredeka, katanya. Senyum sang mentari yang menjadi saksi dimana tujuh hari yang lalu, sang guru pergi bersama beberapa kenangan manis yang pernah ada. Kenangan manis yang masih terbayang, kata-kata manis yang masih terngiang, dan senyum manis yang masih terlihat dengan jelas, walau hanya sebatas bayang. Senyum yang tujuh hari yang lalu masih ada dan meramaikan suasana ruang kelas dilantai dua, diujung lorong tiga ruang dari ruang guru, dengan tembok berwarna abu-abu, ruang kelas berukuran empat kali empat meter, dimana dindingnya yang abu-abu ramai dengan gambar pahlawan dan beberapa karya tangan siswa dikelas itu. Dan satu hal yang menambah sunyi ruang kelas itu hari ini, karena di dinding bagian depan kelas persis di belakang meja guru, ada tambahan gambar disana, tambahan gambar yang bila melihatnya kenangan manis dan suara canda penuh makna kembali terngiang, ya gambar sang guru idealis yang selalu narsis, namun Baca lebih lanjut